Hidden Canyon Beji Guwang, Serasa di luar Negeri

Ga seperti biasanya, Rumah Ceria Ubud, yang tak lain adalah sebuah kos-kosan tempat saya tinggal di Ubud, tiba-tiba ramai karena kedatangan teman-teman dari luar. Mungkin sudah lebih dari setahun rumah ini sepi dari kunjungan teman-teman couchsurfing. Siang itu, geng baru saya ini berenncana pengen pergi ke Hidden Canyon Beji Guwang. Saya yang biasanya berkutat didepan laptop saban hari bahkan hingga hari minggu, memutuskan ikut dalam rombongan.

Hidden Canyon ini lokasinya terletak di Beji Guwang, masih masuk kawasan Gianyar. Kami hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Ubud. Dulu saya sempat ingin mengunjungi Hidden Canyon ini, namun ditengah jalan kami harus berputar arah karena sedang ada upacara keagamaan di Pura Dalem Guwang. Sehingga lokasi ditutup bagi pengunjung.

Nah, kalo kebetulan lokasi Hidden Canyon ditutup, ini alternatif tempat wisata di Gianyar yang bisa kamu kunjungi:

  • Main ke Bali Zoo Park (sekitar 10-15 menit)
  • Air terjun Tegenungan (sekitar 15-20 menit)
  • Air terjun Goa Rang Reng (sekitar 35 menit)

Kami tiba dilokasi Hidden Canyon yang berada disamping Pura Dalem Guwang sudah hampir pukul satu siang. Tampak tempat ini sudah berbenah sedemikian rupa dengan tambahan bangunan seperti loket tiket, ruang ganti, shower, loker dan tempat makan yang cukup luas.

Mata kami kemudian tertuju pada satu banner yang berdiri disamping loket tiket.

Untuk harga per orangnya menjadi Rp 125.000,-. Namun, menjadi lebih murah jika jumlah orangnya semakin banyak . Menurut pendapat saya pribadi, penyesuaian harga ini sepadan banget, koq.

Dari pintu masuk menuju arah Hidden Canyon, terlihat tangga beton yang sudah dibangun dengan rapi. Dulu kalau lagi hujan, sulit sekali jalan karena gampang tergelincir, tutur temen saya Riri yang pernah kesini sebelumnya.

Guide kami, yang keduanya bernama sama, Wayan, memberhentikan kami sesaat sebelum melanjutkan perjalanan. Bli Wayan menyuruh kami mengumpulkan sandal dimasukkan kedalam dry bag yang dibawanya. Soalnya gampang hanyut mengingat derasnya arus sungai.

Ngomongin soal guide, kedua Bli Wayan ini sangat membantu kami mengingat sebenarnya trek Hidden Canyon ini cukup berbahaya. Mereka tau dimana ‘celah-celah’ batu yang pas untuk berpijak, mana bagian yang dalam dan berarus kencang. Ditambah mereka cukup seru diajak bercanda selama trekking.

Gini serunya di Hidden Canyon

Setelah Menyeberangi batu besar, petualangan menyusuri Hidden Canyon ini pun dimulai.

Belum apa-apa, masing-masing kami sudah harus ‘nemplok’ di dinding tebing ngarai untuk menyeberang kesisi lainnya. Kalo ga nemplok dan merayap, pilihannya ya cuma nyemplung. Sembari menunggu giliran saya mengambil beberapa foto spot Hidden Canyon dan teman-teman yang tampak sumringah melewati tantangan.

Repotnya, saya harus bolak balik memasukkan kamera saya kedalam dry bag saat ingin menyeberang, kemudian mengeluarkannya lagi sambil menunggu giliran menyeberang. Tak apalah repot-repot demi konten buat kamu semua hehehe

Untungnya, kedua Bli Wayan yang jadi guide sangat membantu saya. Terkadang dia memaksa untuk membawa kamera dan tripod saya.

Beneran deh, aktivitas trekking menyusuri Hidden Canyon Beji Guwang ini seru banget. Teman-teman saya yang lain pun merasa demikian. Ga usah buru-buru cepat diujung trek. Nikmati saja dulu.

Dipikir-pikir rentang trek Hidden Canyon yang kita lalui tak begitu panjang. Cuma karena medannya cukup sulit dan menantang sehingga membutuhkan waktu yang lama juga. Plus ditambah bersantai sambil menikmati suasana dan foto-foto, rombongan kami bisa menghabiskan waktu hingga 3 jam.

Trip harus berakhir disini.

Untuk kembali ke loket ternyata masih butuh waktu jalan kaki kira-kira 15-20 menit lagi, melewati rumah-rumah penduduk dan persawahan dengan jalur yang sudah rapi dibeton.

Balik ke loket lewat persawahan penduduk. Monggo dinikmati.
(Visited 265 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *